komen transjakarta

Argh.. gw sebal gw sedih

gw senang gw gembiraa

aaaa.. hati gw tercampur aduk layakna adonan kue (gw jadi laper neh..)

eniwei, sebagai manusia yang sudah 9 tahun terakhir (mungkin lebih) tinggal di Jakarta sudah merasakan betapa senang dan juga sedih. Senang karena all you wanted ada disini tapi juga sedih karena banyak banget masalah yang cukup pelik, sehingga urat emosi seseorang dapat putus yang menjadikan orang tersebut seperti manusia labil.

NB: dari sini gw akan menggunakan bahasa sedikit berat. jadi maap klo pada cengo ngeliatna.. hehehe… oiya.. bagi yang bendwit na limited… sabar.. yaa hehehehehe

Yah.. sebagai warga yang akan ber-ktp Jakarta, sayatentu pernah menggunakan kendaraan umum, dari yang paling murah, bemo, becak motor, bajaj, hingga bus. Dan 3 tahun terakhir, pemerintah daerah Jakarta sudah memperkenalkan terhadap warganya, bus esklusif bernama bus Transjakarta. Transjakarta menjanjikan terhadap warganya mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, aman, nyaman, manusiawi, efisien, berbudaya, dan bertaraf internasional seperti yang tertulis terhadap visinya.

Bus transjakarta pernah menjadi modal transportasi saya sekitar 5 bulanan ketika saya mengambil pelajaran tambahan di TBI -kuningan. Trayek transjakarta yang melintas adalah halimun-ragunan dan itu termasuk masih baru. Sungguh, saat itu adalah hal yang menyenangkan, karena saya dapat menghemat pengeluaran sekitar 500 hingga 1000 rupiah untuk menuju daerah kampung melayu. Dan saya pernah hampir “addict” menggunakan jasa transjakarta dibandingkan kendaraan umum lainnya. Selain karena pemberhentian penumpang mudah untuk dihafal, juga cukup manusiawi. Lama saya menggunakan jasa transportasi dari bus transjakarta hingga saya bersekolah di kelapa gading. Tentu saya tidak dapat menggunakan bus transjakarta karena tidak dilewati oleh garis spidol peta transjakarta. (hehe..). Tapi secara berkala, ketika saya ingin menuju daerah pusat, saya memilih transjakarta untuk menghantarkan saya ketempat tujuan.

mungkin sekitar setahun lebih atau 2 tahun kurang (yaiyalah..), bus transjakarta atau lebih dikenal dengan nama buswey menjadi modal transportasi saya. Akan tetapi, lambat laun, saya merasa hal yang cukup tidak menyenangkan. Sering ditemukan jembatan penyebrangan yang menyambungkan halte tampak berbahaya untuk dilewati seperti : lempengan yang menjadi pijakan pejalan sering menganga mencari korban (saya melihatnya didaerah benhil, atau jembatan penyebrangan yang sering dilewati). selain itu, sering sekali saya tergencet seperti lemper dan ikan pepes saat mengantri didaerah harmoni, kampung melayu, halimun dan tempat2 transit lainnya (klo masalah ini , mungkin lebih mengarah ke manusiannya kali yaa).

Semakin hari, image di otak saya terhadap transjakarta semakin “buruk”. Tidak buruk sekali, akan tetapi, kesan bis yang cepat, nyaman, manusiawi, efisien, berbudaya, dan bertaraf internasional, malah menghilang. Image yang saya dapat saat ini hanya cukup ditambahkan kata “kurang”.

“kurang cepat, kurang nyaman, kurang manusiawi, kurang efisien, kurang berbudaya, dan kurang bertaraf internasional.”

huuf…

-kurang cepat-
pengalaman saya, sering kali saya harus menunggu lama untuk duduk/berdiri di bus transjakarta. Kemudian, sering terhambat oleh kendaraan yang ada didepan karena ruas jalan yang dipakai untuk bus transjakarta saja, digunakan pula oleh kendaraan-kendaraan non-bus-transjakarta

-kurang efisien-
karena sering terlambat dan terhambat, maka waktu saya yang seharusnya hanya membutuhkan 30 menit untuk suatu tempat, bisa sejam karena lama menunggu.

-kurang manusiawi-
saya merasa digencet ketika di halte (apalagi di halte halimun ketika jam pulang kantor), dan menjadi pepes ketika di bis. bukan sesuatu yang manusiawi didapat akan tetapi, pepes-iawi yang saya dapat. lalu, ketika ingin masuk bis, terdapat jarak yang cukup jauh antara bus dan halte. Bagi saya tidak terlalu masalah, akan tetapi bagi umur Lansia, lumpuh, atau seseorang yang membawa barang berat, jarak tersebut sangat membuat beban yang cukup berat.

-kurang berbudaya-
sering saya melihat bus transjakarta melanggar lampu merah. Budaya baik bagi sebagian Rakyat yang tidak mau mengerti arti lampu merah. beberapa pengguna jasa transjakarta terkadang juga tidak berbudaya . Saya pernah melihat sendiri, pengguna jasa transjakarta sering naik pitam dan membuka paksa pintu otomatis halte, sehingga pintu tersebut rusak. Selain itu, budaya antri pun tidak menjadi patokan untuk mengantri di depan pintu halte, padahal saya sering melihat kertas yang menggambarkan bebek yang sedang mengantri.

“bebek aja bisa ngantri.”

tapi kemudian ada orang iseng menulis

EMANG KITA BEBEK??

ckckckckck

 

-kurang bertaraf internasional-
bagaimana mau bertaraf internasional, kalau fasilitas yang diterima kurang? apalagi, terkadang, masyarakat kurang mendukung adannya fasilitas yang disajikan. Petunjuk jalan di beberapa halte ditulis dengan kertas dan tinta. Selain itu, sering pintu rusak, halte gelap dan panas. Juga untuk membatasi antara masuk dan keluar cuma dibentangkan tali rafia merah. ckckckckck

 

kenapa saya tidak bilang kurang aman?
karena sampai saat ini, belum ada penumpang bus transjakarta mengalami kematian atau penjajahan ketika naik bus transjakarta. yaah.. setidaknya, tidak ada kabar negatif. Mungkin karena yang naik buswae pada sabar kali ya?? hwhwhw..

 

kenapa saya menulis tentang ini?
karena saya sudah “keki” dengan apa yang saya terima saat naik busway. Tidak ada kemajuan malah terjadi penurunan.

 

Ini pengalaman tadi pagi hingga tadi malam, saya sedang ingin menuju pondok indah.
mulai dari kampung melayu.

 

Ketika saya masuk dan membayar di halte kampung melayu, saya langsung melihat, petugas berbaju oranye merah duduk dan bersantai di lantai di bagian ujung halte. Sungguh, itu adalah pemandangan yang tidak baik bagi perusahaan yang memiliki visi bertaraf internasional. Hmm… tapi saya cuek saja. Kemudian, ketika saya mengantri untuk arah trayek kampung melayu – ancol, saya langsung bingung, dikarenakan antrian terpecah menjadi dua, dan untuk mengantri hanya dibatasi oleh tali rafia. Yah.. akan tetapi hal tersebut saya anggap masalah sepele, karena saya sudah sering melihat kejadian tersebut. Saat mengantri, saya merasakan hawa panas yang sangat menyengat dikarenakan saya mengenakan jaket untuk menutupi luka jahitan di tangan kanan saya (supaya ga jadi tontonan orang gtuu). Yaah.. gpp lah.

saat bus datang, saya sangat khawatir dengan tangan saya, karena saat mengantri, tiba-tiba saya didorong-dorong. Sungguh, sangat khawatir. Kan ga lucu klo tangan saya yang sedang di pen ini patah lagi gara-gara ngantri?
ckckckckc..

akan tetapi, untung saja saya tidak langsung berhadapan langsung dengan penumpang yang ingin keluar, soalnya letak keluar penumpang keluar tidak sama. huff.. lega.

Perjalanan dengan bus transjakarta versi gandeng (kebetulan saya naik bus gandeng), sungguh unik, dikarenakan saya merasa berada bis bertaraf internasional, malah terasa seperti di dalam kereta , gara-gara lambung bis disambung dengan semacam karet. akan tetapi, saya kebanjiran akan keringat karena panas. Pendingin kurang sampai dikulit saya.. keringet deh..

Kemudian, saya transit di matraman, dan melanjutkan perjalanan ke dukuh atas 2. Perjalanan yang menyenangkan, dikarenakan saya sudah mendapatkan tempat duduk dan sedikit lengang. huaa.. senangna..

Akan tetapi, saat di halte dukuh atas 2, saya disuguhkan pemandangan 2 komputer yang tersambung internet. Sayang, itu hanya pemandangan, karena ketika saya mendekati salah satu komputer, yang terlihat hanya layar hitam dengan layar berdebu.

illfil gw ngeliat komputerna..


pas malem2.. foto lagi…

komputernya mati, padahal saya sudah berencana ingin buka friendster, yaah yang didapat hanya foto saja.. hmm..
dengan terpaksa saya melupakan niat tersebut dan melanjutkan transit ke dukuh atas 1. di halte tersebut, rambu-rambu yang ada sangat minim, dan hanya tertulis lewat tulisan tangan. Klo saya sedang main the sims mungkin tingkat enviroment saya berkurang drastis. hhu..

tuh kan.. cuma kertas (banyak tempelan kertas tuh..)

Profesional petugas tampak terlihat. Petugas tidak mengambil semua penumpang yang ada di setiap halte. Sehingga, bis tidak sesak. akan tetapi, misalkan armada nya sedikit, hal tersebut membuat jidat saya panas, karena akan mengakibatkan halte panas, sesak, diakibatkan penumpang yang menunggu semakin banyak.

sesampainya di blok m, saya cukup tersenyum karena saya cukup senang berada di dalam bus transjakarta.

Namun, senyuman saya sirna, karena ketika saya mendapatkan kartu akses masuk bus transjakarta saat ingin pulang di halte blok m.

dideket loket ada tanda yang cukup besar.. jadi ga bakal bingung

ketika mendapat akses kartu : ha? ini apaan?? putih polos??

akan tetapi saya melupakan hal tersebut dan memasukkannya ketempat semestinya. muka saya semakin was-was, ketika masuk ke halte keberangkatan di blok m. Yang saya lihat hanyalah bayangan orang!!! argh! saya harus pegang tas erat2.

welcome to blok m shelter hell’s shelter

ketika saya berdesak2an mengantri, bus transjakarta sering kali lewat tanpa berhenti. ini mengakibatkan suasana halte menjadi ramai banget.

bus 1 lewat , satu halte langsung sibuk teriak “hooooooooooooooooooo”

bus 2 lewat, satu halte respon “boooooooooooooo payah neeh”

bus 3 berhenti, satu halte langung berdesak2an.

aaaaaaaaaaaaaa… stress !!, udah harus jaga barang juga harus jaga tangan. hhu.. sabar-sabar

saat bus datang, dan berhenti tepat pintu masuk bis, orang-orang langsung dorong-dan mendesak orang yang didekat pintu untuk masuk. tangan saya sempat tertekan sehingga saya sedikit berteriak “aaa..aaa..a” (gtu aja kok) . Ini videonya

-video hanya ada di 

http://norionothin.blogspot.com/2008/09/komen-bus-transjakarta.html

 

Walaupun banyak penumpang banyak, bis tetap lengang karena petugasnya membatasinya. Salut deh…

yaah.. tapi sudahlah.. saya sudah sampai dirumah dengan sehat walafiat., dan kenangan ini tidak akan saya lupakan karena saya sudah menulisnya di blog saya. hehehe..

Tidak ada kata buruk untuk transjakarta, hanya saja saya berpendapat bahwa transjakarta harus concern dan care terhadap masalah kecil hingga besar. Yaa.. agar penumpang bus transjakarta tidak menjadi kusut dan cemberut saat turun dari buswae.. hwhwhw

refrensi:
pengalaman pribadi
kamera hape saya.

http://www.jakarta.go.id/transjakarta/home/index.php

*kalao mo kopi2… jangan lupa cantumkan alamat blog ini .. tenkyuu.. atau http://norionothin.blogspot.com/

dua2nya punya sayaa..

Bertanda ,

kembali, situs pemerintah di hack

hwhw..

Kasihan juga ngeliat situs pemerintah daerah di hack oleh orang iseng. Tetapi lebih kasihan lagi orang yang menjadi objek cercaan dari akibat dari penghackan tersebut, yakni om “ganteng” kita, Om Roy Suryo. Om satu ini “mungkin” sudah menjadi musuh utama atau menjadi makanan utama para pembuat hack tersebut. ckckck, mengerikan juga ya.

KPU Jawa Timur telah di hack oleh seseorang yang bernama “M[4]5iH_CuPu”. Mengaku cupu tapi bisa mengedit website KPU ya? ckckck.. salut deh..

apakah website pemerintah selemah itu kah??

jika ada waktu, boleh di coba di cek

http://www.kpujatim.go.id/index.php

ini hasil karya sang hacker

: di index :
Photobucket

: visi misi :
Photobucket

:link penting:
Photobucket

:kontak kami:
Photobucket

ckkckck
ada2 aja yang ngebuat..

Bertanda , ,

jurusan..

Wah.. baru pertama kali seumur hidup saya berada di pemilihan penjurusan. Yah, saya sedikit kecewa karena saya tidak bisa masuk IPA, yah.. padahal itu adalah jurusan yang saya inginkan dari dulu. Akan tetapi, mau berbuat bagaimana lagi, Jurusan telah ditentukan oleh “dewan guru” bukan saya. huhu… sedih juga.. Takutnya saya agak kesepian di kelas IPS, dikarenakan teman saya lebih banyak berada di kelas IPA. Hmm.. tapi tidak apa-apa lah, saya bisa memakluminya. *Tetap bersedih*

Hm.. saya sedikit kesal terhadap sistem pembelajaran yang ada di Indonesia. Sering berubah dan kadang kurikulumnya terlalu mengada-ada.Perbedaan sistem kurikulum hanya tipis. Seperti halnya kurikulum beberapa tahun ini yang dikeluarkan oleh pemerintah. Bedanya cuma dikit. Cuma bikin nama kurikulum supaya lebih keren dibandingkan sebelumnya. Saat Kurikulum 2004, pembagian nilai sudah lebih pesifik, dan sudah lebih “ke pelajar”nya .Lalu saat kurikulum 2006, yang diganti beberapa sitem yang tidak tampak menonjol perbedaanya dan murid-murid dikagetkan dengan perbedaan nama, yakni murid dikatakan sebagai peserta didik, sedangkan guru diganti dengan pendamping (lupa saya.. hehe). Bikin ribet dan bikin pusing orang tua ketika melihat nilai yang lebih banyak daripada sebelumnya. Memang bagus sih, dipisah-pisah menurut aspek yang dituntut, akan tetapi apakah bagus dirubah-rubah mulu sistem kurikulumnya?

Dan yang paling saya kesalkan , kenapa hanya ada jurusan IPA IPS dan bahasa ? Kenapa pemerintah tidak membuat jurusan lebih dari 3? misalkan ditambah jurusan ICT, seni , atau apalah, sehingga pelajar dapat diberi kesempatan untuk lebih konsen terhadap bidang yang ia kehendaki.

Dikarenakan hanya ada 3 jurusan yang “eksis” , Hampir saat ini, di masyarakat pada umumnya, sering membanding-bandingkan kualitas dari tiga jurusan itu. Dan dari tiga jurusan itu terkadang menjadi dewa, yakni IPA. Masyarakat pada umumnya sering men”dewa”kan jurusan ini, dan terkadang, guru-guru juga turut men”dewa”kan jurusan IPA. Yah.. tetapi, beda sih dengan guru SMP saya. Ada satu guru bahasa di SMP saya yang sangat menyemangati murid-murid nya untuk masuk jurusan bahasa. Ia membeberkan segala keuntungan ketika bekerja nanti. Saya hanya diam dan mendengarkannya dengan baik. Pelajar baik gituu.. hehe

back to topic.

Karena sifat men”dewa”kan itu, banyak masyarakat me-labeling pelajar non-IPA menjadi pelajar yang tidak “istimewa”. Hmm, mungkin ini diakibatkan dari kebijakan pemerintah ORLA yang masih membekas dalam memori masyarakat dan menjadi konsumsi keturunan *kali*.
Selain itu, pemilihan jurusan membuat kesempatan untuk meraih mata kuliah yang diinginkan terbatas. Saya malah langsung berpikir kalau lebih baik tidak usah diadakan jurusan. hmm..

hhu.. bukan saya tidak mendukung pemerintah, akan tetapi mbok ya lebih dibikin spesifik gtu, sehingga pelajar lebih mudah menyerap pelajaran gtu. Dan kalau bisa dampak labeling yang ada di masyarakat di turunin.

hhu..

sekian.

(kata dari pelajar yang keki ngeliat pembagian jurusan yang cuma ada 3!!!!!)

Bertanda ,

first posting nih ceritana

ng.. iseng2 sih buat di wordpress.. mo coba ada fitur apa aja yang membuat wordpress berbeda dengan yang lain.. haha..

yah.. saya pendatang baru yang tidak mengerti apa-apa dengan dunia wordpress.. mohon diajari.. hehhe

:)

Bertanda
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.